Danau Kaca dan Harta Karun Kerinci
Danau Kaca dan Harta Karun Kerinci
Darah bercucuran,
kaki saya bolong-bolong. Saya duduk terkapar beralaskan tunggul kayu
yang sudah melapuk. Hujan semakin deras saja mengguyur hutan, saya
dengan dua teman lainnya hanya berlindung dibawah terpal berukuran satu
kali dua meter. Terlalu sempit untuk kami bertiga yang sudah sengsara di
hantam hujan dan serangan lawan. Saya menjadi korban terparah dengan
total serangan yang saya terima mencapai 37 lubang. Kami sekarang jauh
dari desa terdekat, di Danau Kaca Kerinci - Jambi jauh di jantung hutan
Taman Nasional Kerinci Seblat.
 |
| Air terjun
mengalir mengisi Danau Kaco berair biru terang. Saya menahan kaki di
akar pepohonan yang dilewati sumber air Danau Kaca. Menahan tripod agar
tidak jatuh sembari menunggu alat perekam mengambil gambar. Sementara
hujan semakin deras saja mengguyur, saya pun tak kehabisan akal. Kamera
tua ini pun saya bungkus dengan kantong kresek dengan moncong diikat
dengan tali plastik. Sesekali saya menjilat CPL yang dipasang diujung
lensa, menghilangkan air yang menempel. Tapi tetap saja, embun dan air
membuat foto yang saya hasilkan sedikit kabur. |